​MAN YAZRO’ YAHSUD

MAN YAZRO’ YAHSUD

Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(Al-Hasyr :18)

.

🍀 kita tahu bahwa hidup di dunia adalah utk beribadah kpd Allah. Dan hendaknya mengupayakan kebaikan dlm setiap apa yg kita lakukan.

.

📝 Karena setiap amal kita akan dinilai dan Allah akan berikan balasannya :

“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

(Al-Zalzalah:7-8)

.

So, yuk teman2 tetap berusaha menanam kebaikan agar tumbuh manfaat di dalamnya. Keep fastabiqulkhairat! 🌱😊

.

#fastabiqulkhairat #goodquotes #islamic #ahadsemangat

Advertisements

Menguasai Ilmu, Menikmati Akhirat

teruslah-menuntut-ilmu

Jika ingin menguasai dunia, kuncinya adalah ilmu.
Jika ingin menguasai akhirat, kuncinya adalah ilmu.
Jika ingin menguasai dunia dan akhirat, maka kuncinya adalah ilmu.

Kata-kata di atas dapat membuat kita merefleksikan sejenak tentang ilmu, dunia, dan akhirat. Mungkin tidak langsung tentang bagaimana caranya, tapi cukup mengingatkan tentang kewajiban menuntut ilmu. Bahwa menuntut ilmu adalah ibadah. Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi semua muslim, baik ilmu dunia maupun ilmu agama. Karena ilmu agama adalah tutunan hidup hingga mati.

Menuntut ilmu agama adalah amalan yang amat mulia. Keutamaan yang disebutkan oleh sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,  “Tuntutlah ilmu (belajarlah Islam) karena mempelajarinya adalah suatu kebaikan untukmu. Mencari ilmu adalah suatu ibadah. Saling mengingatkan akan ilmu adalah tasbih. Membahas suatu ilmu adalah jihad. Mengajarkan ilmu pada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Mencurahkan tenaga untuk belajar dari ahlinya adalah suatu qurbah (mendekatkan diri pada Allah).

Ada satu firman Allah dalam surah Al Kahfi ayat 109 yang artinya : ‘Katakanlah (Muhammad), “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat (Tuhanku), maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat (Tuhanku), meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).’

Ada pula firman Allah dalam surah Luqman ayat 27 yang artinya : ‘Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimta Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.’

Ilmu Allah sangatlah luas. Kita tidak akan habis-habisnya untuk mempelajari ilmu agama. Dari bangun tidur, akan tidur, ataupun saat tidurpun telah ada ilmunya di Alquran. Mengerjakan ilmu agama bukan hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban, namun paling tidak ada ‘bekas’ kita melakukan ibadah. Ilmu dunia memang sangatlah penting untuk mengelola ‘dunia’. Namun ilmu agama juga tak kalah pentingnya. Jika ilmu agama saja belum mendapatkannya, maka akan sulit untuk menerapkan ilmu dunia dengan baik. Maka, haruslah seimbang antara ilmu dunia dan imu akhirat.

Sebagai contoh teladan adalah Imam Syafi’i. Continue reading

Islam dalam Memandang dan Memaknai Hari Kemerdekaan

ilustrasi bendera.pngilustrasi

Assalamu’alaikum kawan…. ^^

Alhamdulillah kawan, akhirnya tulisan pertama mimin selesai juga!! Terharu jadinya mimin, kasih applause donk, hehe… ^^
Kawan-kawan pasti masih ingat sekali dengan momen bersejarah negeri Indonesia kita ini yang baru saja terjadi dan masih hangat diperbincangkan di bulan Agustus ini. Selain itu momen ini sangat fenomenal bagi negara kita. Ya, tidak lain tidak bukan adalah Hari Kemerdekaan RI ke-70… Continue reading

Kedzaliman

Kedzaliman menurut Ibnu Taimiyyah terdiri dari 3 (tiga) bentuk, yaitu:

  1. Kedzaliman syirik. Kedzaliman ini merupakan kedzaliman besar dan termasuk dosa besar, yang tidak terampuni. Lihat QS 4:116.
  2. Kedzaliman terhadap orang lain. Kedzaliman ini dapat berupa dosa besar seperti membunuh, mencuri, menganiaya dan lain sebagainya. Dapat pula berupa dosa kecil, seperti menggunjingkan orang lain, cemberut kepada sesama muslim dan lain-lain.
  3. Kedzaliman terhadap diri sendiri. Kedzaliman ini ada yang tergolong dosa besar seperti menganiaya diri sendiri, bunuh diri, meninggalkan perintah Allah (sholat, puasa, haji dan sebagainya). Ada pula yang tergolong dosa kecil seperti tidak suka membersihkan badan dari najis, bertato dan sebagainya.

BORN TO DAKWAH!

Welcome to Mushthofa7 web-page..

Posting perdana nih. kenalan dulu aja yaa. kami dari Mushthofa kumpulan muslim alumni SMAN 7 Yogyakarta.

alumni yang masih cinta almamater, selalu ingin memberikan yg terbaik dari kami untuk para generasi penerus SMAN 7 Yogyakarta 🙂 di sini kami sendiri juga (masih) banyak belajar.

kami dipersatukan dalam ikatan silaturahim keluarga muslim SMAN 7 Yogyakarta, mendedikasikan hidup kami untuk tetap berdakwah, dan harapannya langkah kami mendapat sambutan yang baik dari berbagai pihak dan dipermudahkan-Nya.. dari sini kami ingin memulai say to the world to #AyoDakwah!

Lets Come Join Us 😀

Jazakumullah~~